Pasar Persaingan Monopolistik
PURNAWIRAWAN (A1A015096)
PUTU DESY BUDIAWATI (A1A015100)
NI LUH SRI DEVIYANA (A1A015082)
HAERUNNISAH (A1A015036)
SIWA
JUMARTI KARTINI MADURI (A1A015126)
A. Teori Pasar
1.
Definisi
Pasar
Pasar
adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual
beli barang ataupun jasa. Manusia dalam memenuhi kebutuhannya pasti
membutuhkan pasar, karena seperti yang kita ketahui, di pasar lah barang
kebutuhan manusia tersedia. Beberapa ahli menguraikan definisi pasar, berikut
beberapa diantaranya :
1) Menurut
Stanton, pasar adalah tempat bagi sekelompok manusia yang berkeinginan untuk
membelanjakan uang yang dimilikinya sebagai bentuk kepuasan.
2) Menurut
H. Nystrom, pasar adalah suatu aktivitas yang salah satu pihaknya menyalurkan
atau memberikan barang atau jasa kepihak lain. Pihak yang memberikan barang
atau jasa disebut pihak pembeli sedangkan yang menyalurkan disebut pihak
produsen.
3) Menurut
Philip dan Duncan, pasar adalah suatu langkah yang dipakai atau digunakan untuk
menempatkan barang dari tangan produsen ke tangan konsumen yang
bersifat tangible.
2.
Jenis-Jenis
Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Jenis-jenis
pasar persaingan tidak sempurna
1) Pasar
Monopoli : pasar yang penjual suatu barang di
pasar hanya satu orang. Contohnya PT Kereta Api Indonesia
2) Pasar
Oligopoli : pasar yang didalamnya terdapat
beberapa penjual dengan dipimpin oleh salah satu dari penjual tersebut
mengendalikan tingkat harga barang. Contohnya perusahaan Otomotif Astra
Indonesia.
3) Pasar
Monopolistik :
Pasar monopolistik adalah salah satu bentuk pasar dimana terdapat banyak
produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam
beberapa aspek.
B.
Teori
Pasar Persaingan Monopolistik
1.
Definisi
Pasar Monopolistik
Pasar
monopolistik adalah salah satu bentuk pasar dimana terdapat banyak produsen
yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.
Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang
dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk
lainnya. Contohnya adalah : shampoo,
pasta gigi, dll.
Meskipun fungsi
semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang
dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan
aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.
2.
Karakteristik
Pasar Monopolistik
1)
Produk
yang terdifferensiasi (Differensiasi Produk)
Differensiasi
produk adalah usaha untuk membedakan produk yang dihasilkan oleh perusahaan
untuk memberikan daya tarik baik langsung maupun tidak langsung kepada konsumen
dibandingkan perusahaan lain yang menghasilkan produk yang sama atau sejenis
ataupun yang berbeda.
2)
Jumlah
perusahaan banyak dalam industri
Jumlah
perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik banyak. Di Indonesia dapat
dilihat begitu banyaknya merek pakaian dan sepatu. Banyaknya perusahaan
menyebabkan keputusan perusahaan tentang harga dan output tidak perlu harus
memperhitungkan reaksi perusahaan lain, karena setiap perusahaan menghadapi
kurva permintaannya masing-masing.
3)
Mudah
masuk dan keluar
Laba
super normal yang dinikmati perusahaan mengundang perusahaan pendatang untuk
memasuki indsutri. Jika mereka mampu bertahan, dalam jangka panjang dapat
mengalahkan perusahaan yang lain. Tetapi jika kalah mereka harus keluar, agar
kerugian tidak menjadi lebih besar. Sama halnya dengan pasar persaingan
sempurna, dalam pasar persaingan monopolistik proses masuk keluar akan terhenti
bila semua perusahaan hanya memperoleh laba normal.
3.
Ciri-ciri
Pasar Monopolistik
1.
Terdapat
banyak penjual di pasar.
Meskipun
demikian, pasar ini tidak memiliki produsen atau penjual sebanyak pasar persaingan
sempurna dan tidak ada satu pun produsen yang mempunyai skala produksi yang
lebih besar dari produsen lainnya.
2.
Barang
yang diproduksi dan diperjualbelikan berbeda corak (ukuran, mutu, dan satuan
harga)
Apabila
kita lihat secara fisik suatu produk , akan tanpak jelas perbedaan tersebut.
Maka kita dapat membedakan mana produk suatu perusahaan dengan
product perusahaan yang lainnya. Di samping perbedaan dalam bentuk fisik , juga
terdapat perbedaan dalam bentuk bungkus atau pembungkusan product, dan ada pula
yang berbeda dalam cara membayar barang yang akan di beli. Akibat dari berbagai
macam perbedaan ini , barang yang di produksi oleh perusahaan pasar
monopolistis ini tidak bersifat barang pengganti sempurna akan tetapi
ia bersifat barang pengganti yang dekat.
3.
Adanya kemampuan produsen untuk
mempengaruhi harga.
Hal ini
disebabkan karena keunggulan masing-masing barang yang diproduksi. Dengan
demikian, konsumen tidak akan berpindah ke merek lain.
4.
Produsen lain keluar masuk dalam pasar sangat
mudah
Produsen harus
bisa menawarkan produk yang lebih menarik dari produk yang sudah consist.
5. Kegiatan promosi
merupakan salah satu penentu keberhasilan perusahaan.
Kemampuan perusahaan
menciptakan citra yang baik di benak masyarakat, akan membuat konsumen mau membeli
produk tersebut meskipun dengan harga yang mahal.
4.
Contoh Pasar
Persaingan Monopolistik :
Produksi Obat
PT Kalbe Farma
5.
Faktor-faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Pasar
Monopolistik
Faktor-faktor
yang menyebabkan terjadinya pasar monopolistik adalah sebagai berikut :
1)
Ketidakpuasan terhadap daya
analisis model persaingan sempurna maupun monopol
2)
Sumber daya alam yang melimpah
menyebabkan produsen memproduksi barang serupa tetapi memiliki keunggulan yang
berbeda
3)
Differensiasi produk yang tidak
terlalu besar mendorong perusahaan untuk melakukan persaingan non harga
6.
Memaksimumkan
Keuntungan di Pasar Persaingan Monopolistik
Kurva
permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan monopolistik lebih
elastis dari yang dihadapi monopoli. Tetapi tidak sampai mencapai elastis
sempurna sebagaimana kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan
dalam pasar persaingan sempurna. Pemaksimuman
keuntungan terbagi menjadi dua yaitu pemaksimuman keuntungan jangka panjang dan
jangka pendek.
1)
Pemaksimuman
keuntungan jangka panjang
Keuntungan
yang melebihi normal menyebabkan pertambahan jumlah perusahaan
dipasar. Dengan demikian setiap perusahaan yang ada di pasar akan
menghadapi permintan yang semakin berkurang pada berbagai tingkat harga.
Sehingga keuntungan pun akan semakin menurun ketingkat normal. Bahkan akan
merugi jika penerimaan marjinal lebih kecil dari biaya marjinal (MR<MC).
2)
Pemaksimuman
keuntungan jangka pendek
Permintaan
yang dihadapi perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah sebagian dari
keseluruhan permintaan pasar. Keuntungan maksimum akan dicapai apabila
perusahaan terus berproduksi sampai pada tingkat tercapainya MC=MR. Perusahaan
akan memperoleh laba diatas normal pada jangka pendek.
7.
Keseimbangan
jangka pendek dan panjang pasar persaingan monopolistik.
·
Keseimbangan Perusahaan dalam Jangka
Pendek
Dalam jangka
pendek perusahaan dapat menikmati laba super normal. Keseimbangan jangka
pendek perusahaan tercapai bila MR = MC, karena memiliki daya monopoli, walau
terbatas, kondisi keseimbangan perusahaan yang bergerak dalam pasar persaingan monopolistik
sama dengan yang bergerak dalam pasar monopoli.
·
Keseimbangan Perusahaan dalam
Jangka Panjang
Dalam
jangka panjang perusahaan hanya menikmati laba normal.
8.
Penilaian
Ke Atas Pasar Monopolistik
Di
dalam bagian ini analisis yang dibuat hanya meliputi penilaian ke atas efek
dari pasar bersifat persaingan monopolistis kepada penggunaan sumber-sumber
daya, dorongan untuk mengembangkan teknologi dan melakukan inovasi, dan corak
distribusi pendapatan. Salah satu kegiatan penting yang dilakukan oleh
perusahaan monopolistis adalah melakukan promosi penjualan secara iklan.
Kebaikan dan keburukan dari kegiatan ini akan dinilai dalam bagian berikut.
9.
Persaingan
Bukan Harga
Persaingan
bukan-harga merupakan usaha-usaha diluar perubahan harga yang dilakukan oleh
perusahaan untuk menarik lebih banyak pembeli atas barang yang
diproduksikannya.
Persaingan
bukan-harga dapat dibedakan menjadi dua jenis;
1)
Diferensiasi produksi, yaitu
menciptakan barang sejenis tetapi berbeda coraknya dengan produksi perusahaan-perusahaan
lain.
2)
Iklan dan berbagai bentuk promosi
penjualan
10. Keseimbangan Pasar Persaingan
Monopolistik
·
Kurva permintaan lebih elastis
(tidak sampai elastisitas sempurna) dibanding kurva permintaan pasar monopoli
·
Dalam jangka pendek keseimbangan
pasar:
a.
Kurva permintaan menurun sedikit
demi sedikit akibatnya kurva D tidak berimpit dg MR
b.
Besarnya permintaan bukan
permintaan seluruh pasar namun dari sebagian pasar
c.
Keuntungan maksimum dicapai bila
MR=MC
·
Keseimbangan pasar dalam jangka panjang:karena
semakin banyaknya perusahaan yg masuk ke dalam pasar maka dalam jangka panjang
perusahaan hanya akan memperoleh keuntungan normal namun perbedaannya dg pasar
persaingan sempurna adalah:
a.
P lebih tinggi, AC lebih tinggi
b.
Kegiatan produksi belum mencapai
kondisi yg optimal (saat AC terendah)
11. Kelebihan dan Kekurangan Pasar
Monopolistik
·
Kelebihan pasar monopolistik:
1)
Banyaknya produsen di pasar
memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik
baginya.
2)
Kebebasan keluar masuk bagi
produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan
produknya.
3)
Diferensiasi produk mendorong
konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat
membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
4)
Pasar ini relatif mudah dijumpai
oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar
monopolistik.
·
Kekurangan pasar monopolistik:
1)
Pasar monopolistik memiliki tingkat
persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan.
Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan
cepat keluar dari pasar.
2)
Dibutuhkan modal yang cukup besar
untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya
memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
3)
Pasar ini mendorong produsen
untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan
berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen.
13. Perbedaan antara Pasar
Monopolistik dengan Beberapa Pasar Lainnya
|
Struktur Pasar
|
Jumlah Penjual
|
Hambatan Untuk Masuk dan Keluar
|
Kemampuan untuk Menentukan Harga
|
Perbedaan Produk yang Dihasilkan
|
Contoh
|
|
Persaingan
Sempurna
|
Banyak
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
Produk pertanian
|
|
Persaingan
Monopolistik
|
Beberapa
|
Tidak ada
|
Sedikit
|
Sedikit
|
Barang-barang eceran
|
|
Oligopoli
|
Sedikit
|
Sedikit
|
Sedikit
|
Jarang
|
Industri mobil, baja
|
|
Monopoli
|
Satu
|
Ada
|
Ada
|
Produknya unik
|
Perusahaan listrik
|
Materi ini sudah saya ambil dari beberapa sumber dan akhirnya saya rangkum
dalam postingan saya
SEMOGA BERMANFAAT KAWAN!! XD



Tidak ada komentar:
Posting Komentar