Jumat, 19 Februari 2016

Pasar Persaingan Monopolistik

Pasar Persaingan Monopolistik








PURNAWIRAWAN                                   (A1A015096)
PUTU DESY BUDIAWATI                       (A1A015100)
NI LUH SRI DEVIYANA                          (A1A015082)
HAERUNNISAH                                         (A1A015036)
SIWA JUMARTI KARTINI MADURI  (A1A015126)




A.  Teori Pasar
1.     Definisi Pasar
Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli barang ataupun jasa. Manusia dalam memenuhi kebutuhannya pasti membutuhkan pasar, karena seperti yang kita ketahui,  di pasar lah barang kebutuhan manusia tersedia. Beberapa ahli menguraikan definisi pasar, berikut beberapa diantaranya :
1)      Menurut Stanton, pasar adalah tempat bagi sekelompok manusia yang berkeinginan untuk membelanjakan uang yang dimilikinya sebagai bentuk kepuasan.
2)      Menurut H. Nystrom, pasar adalah suatu aktivitas yang salah satu pihaknya menyalurkan atau memberikan barang atau jasa kepihak lain. Pihak yang memberikan barang atau jasa disebut pihak pembeli sedangkan yang menyalurkan disebut pihak produsen.
3)      Menurut Philip dan Duncan, pasar adalah suatu langkah yang dipakai atau digunakan untuk menempatkan barang dari tangan produsen ke tangan konsumen yang bersifat tangible.

2.     Jenis-Jenis Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Jenis-jenis pasar persaingan tidak sempurna
1)      Pasar Monopoli     : pasar yang penjual suatu barang di pasar hanya satu orang. Contohnya PT Kereta Api Indonesia
2)      Pasar Oligopoli      : pasar yang didalamnya terdapat beberapa penjual dengan dipimpin oleh salah satu dari penjual tersebut mengendalikan tingkat harga barang. Contohnya perusahaan Otomotif Astra Indonesia.
3)      Pasar Monopolistik           : Pasar monopolistik adalah salah satu bentuk pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.

B.   Teori Pasar Persaingan Monopolistik
1.     Definisi Pasar Monopolistik
Pasar monopolistik adalah salah satu bentuk pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll.
Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.
2.     Karakteristik Pasar Monopolistik
1)        Produk yang terdifferensiasi (Differensiasi Produk)
Differensiasi produk adalah usaha untuk membedakan produk yang dihasilkan oleh perusahaan untuk memberikan daya tarik baik langsung maupun tidak langsung kepada konsumen dibandingkan perusahaan lain yang menghasilkan produk yang sama atau sejenis ataupun yang berbeda.


2)         Jumlah perusahaan banyak dalam industri
Jumlah perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik banyak. Di Indonesia dapat dilihat begitu banyaknya merek pakaian dan sepatu. Banyaknya perusahaan menyebabkan keputusan perusahaan tentang harga dan output tidak perlu harus memperhitungkan reaksi perusahaan lain, karena setiap perusahaan menghadapi kurva permintaannya masing-masing.
3)        Mudah masuk dan keluar
Laba super normal yang dinikmati perusahaan mengundang perusahaan pendatang untuk memasuki indsutri. Jika mereka mampu bertahan, dalam jangka panjang dapat mengalahkan perusahaan yang lain. Tetapi jika kalah mereka harus keluar, agar kerugian tidak menjadi lebih besar. Sama halnya dengan pasar persaingan sempurna, dalam pasar persaingan monopolistik proses masuk keluar akan terhenti bila semua perusahaan hanya memperoleh laba normal.

3.     Ciri-ciri Pasar Monopolistik
1.      Terdapat banyak penjual di pasar.
Meskipun demikian, pasar ini tidak memiliki produsen atau penjual sebanyak pasar persaingan sempurna dan tidak ada satu pun produsen yang mempunyai skala produksi yang lebih besar dari produsen lainnya.
2.      Barang yang diproduksi dan diperjualbelikan berbeda corak (ukuran, mutu, dan satuan harga)
Apabila kita lihat secara fisik suatu produk , akan tanpak jelas perbedaan tersebut. Maka kita dapat membedakan mana  produk suatu perusahaan dengan product perusahaan yang lainnya. Di samping perbedaan dalam bentuk fisik , juga terdapat perbedaan dalam bentuk bungkus atau pembungkusan product, dan ada pula yang berbeda dalam cara membayar barang yang akan di beli. Akibat dari berbagai macam perbedaan ini , barang yang di  produksi oleh perusahaan pasar monopolistis ini tidak bersifat barang pengganti sempurna akan tetapi ia bersifat barang pengganti yang dekat.
3.      Adanya kemampuan produsen untuk mempengaruhi harga.
Hal ini disebabkan karena keunggulan masing-masing barang yang diproduksi. Dengan demikian, konsumen tidak akan berpindah ke merek lain.
4.      Produsen lain keluar masuk dalam pasar sangat mudah
Produsen harus bisa menawarkan produk yang lebih menarik dari produk yang sudah consist.
5.      Kegiatan promosi merupakan salah satu penentu keberhasilan perusahaan.
Kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di benak masyarakat, akan membuat konsumen mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga yang mahal.






4.     Contoh Pasar Persaingan Monopolistik :


Produksi Motor 



Produksi Obat

                                            PT Kalbe Farma





5.      Faktor-faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Pasar Monopolistik
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasar monopolistik adalah sebagai berikut :
1)        Ketidakpuasan terhadap daya analisis model persaingan sempurna maupun monopol
2)        Sumber daya alam yang melimpah menyebabkan produsen memproduksi barang serupa tetapi memiliki keunggulan yang berbeda
3)        Differensiasi produk yang tidak terlalu besar mendorong perusahaan untuk melakukan persaingan non harga

6.     Memaksimumkan Keuntungan di Pasar Persaingan Monopolistik
Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan monopolistik lebih elastis dari yang dihadapi monopoli. Tetapi tidak sampai mencapai elastis sempurna sebagaimana kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan sempurna.      Pemaksimuman keuntungan terbagi menjadi dua yaitu pemaksimuman keuntungan jangka panjang dan jangka pendek. 


1)      Pemaksimuman keuntungan jangka panjang
Keuntungan yang melebihi normal menyebabkan pertambahan jumlah perusahaan dipasar.  Dengan demikian setiap perusahaan yang ada di pasar akan menghadapi permintan yang semakin berkurang pada berbagai tingkat harga. Sehingga keuntungan pun akan semakin menurun ketingkat normal. Bahkan akan merugi jika penerimaan marjinal lebih kecil dari biaya marjinal (MR<MC).
2)      Pemaksimuman keuntungan jangka pendek
Permintaan yang dihadapi perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah sebagian dari keseluruhan permintaan pasar. Keuntungan maksimum akan dicapai apabila perusahaan terus berproduksi sampai pada tingkat tercapainya MC=MR. Perusahaan akan memperoleh laba diatas normal pada jangka pendek.
7.     Keseimbangan jangka pendek dan panjang pasar persaingan monopolistik.
·      Keseimbangan Perusahaan dalam Jangka Pendek
Dalam jangka pendek perusahaan dapat menikmati laba super normal. Keseimbangan jangka pendek perusahaan tercapai bila MR = MC, karena memiliki daya monopoli, walau terbatas, kondisi keseimbangan perusahaan yang bergerak dalam pasar persaingan monopolistik sama dengan yang bergerak dalam pasar monopoli.
·       Keseimbangan Perusahaan dalam Jangka Panjang
Dalam jangka panjang perusahaan hanya menikmati laba normal.

8.     Penilaian Ke Atas Pasar Monopolistik
Di dalam bagian ini analisis yang dibuat hanya meliputi penilaian ke atas efek dari pasar bersifat persaingan monopolistis kepada penggunaan sumber-sumber daya, dorongan untuk mengembangkan teknologi dan melakukan inovasi, dan corak distribusi pendapatan. Salah satu kegiatan penting yang dilakukan oleh perusahaan monopolistis adalah melakukan promosi penjualan secara iklan. Kebaikan dan keburukan dari kegiatan ini akan dinilai dalam bagian berikut.

  9.     Persaingan Bukan Harga
Persaingan bukan-harga merupakan usaha-usaha diluar perubahan harga yang dilakukan oleh perusahaan untuk menarik lebih banyak pembeli atas barang yang diproduksikannya.
Persaingan bukan-harga dapat dibedakan menjadi dua jenis;
1)         Diferensiasi produksi, yaitu menciptakan barang sejenis tetapi berbeda coraknya dengan produksi perusahaan-perusahaan lain.
2)         Iklan dan berbagai bentuk promosi penjualan


   10.  Keseimbangan Pasar Persaingan Monopolistik
·       Kurva permintaan lebih elastis (tidak sampai elastisitas sempurna) dibanding kurva permintaan pasar monopoli
·       Dalam jangka pendek keseimbangan pasar:
a.         Kurva permintaan menurun sedikit demi sedikit akibatnya kurva D tidak berimpit dg MR
b.         Besarnya permintaan bukan permintaan seluruh pasar namun dari sebagian pasar
c.          Keuntungan maksimum dicapai bila MR=MC
·       Keseimbangan pasar dalam jangka panjang:karena semakin banyaknya perusahaan yg masuk ke dalam pasar maka dalam jangka panjang perusahaan hanya akan memperoleh keuntungan normal namun perbedaannya dg pasar persaingan sempurna adalah:
a.       P lebih tinggi, AC lebih tinggi
b.      Kegiatan produksi belum mencapai kondisi yg optimal (saat AC terendah)

  
   11.  Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistik
·       Kelebihan pasar monopolistik:
1)        Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.
2)        Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya.
3)        Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
4)        Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.




·       Kekurangan pasar monopolistik:
1)         Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
2)         Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
3)         Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen.

   13.  Perbedaan antara Pasar Monopolistik dengan Beberapa Pasar Lainnya







Struktur Pasar
Jumlah Penjual
Hambatan Untuk Masuk dan Keluar
Kemampuan untuk Menentukan Harga
Perbedaan Produk yang Dihasilkan
Contoh
Persaingan Sempurna
Banyak
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Produk pertanian
Persaingan Monopolistik
Beberapa
Tidak ada
Sedikit
Sedikit
Barang-barang eceran
Oligopoli
Sedikit
Sedikit
Sedikit
Jarang
Industri mobil, baja
Monopoli
Satu
Ada
Ada
Produknya unik
Perusahaan listrik

















Materi ini sudah saya ambil dari beberapa sumber dan akhirnya saya rangkum 

dalam postingan saya
SEMOGA BERMANFAAT KAWAN!! XD




Tidak ada komentar:

Posting Komentar